Skip to main content

Posts

Featured

KISAH HAATIM Al-ASHAM PERGI HAJI

Haatim al-Asham (*) termasuk di antara pembesar orang-orang soleh. Hatinya sudah rindu ingin menunaikan haji pada suatu tahun di antara tahun-tahun yang ada. Namun dia belum jua memiliki biaya untuk menunaikan haji, tidak boleh mengadakan perjalanannya, bahkan haji itu tidak wajib tanpa meninggalkan biaya hidup bagi anak-anaknya tanpa keredhaan mereka. Ketika waktu yang dijanjikan telah tiba, puterinya melihat dirinya bersedih dan menangis, sedang kesolehan terdapat pada puterinya tersebut. Dia berkata kepadanya, “Wahai ayahku, apa gerangan yang membuat engkau menangis? Dia berkata, “Haji telah tiba.” “Lalu mengapa engkau tidak pergi haji?” tanya sang puteri. “Nafkah” jawab sang ayah. “Allah yang akan memberikan engkau rezeki,” jawab si puteri. “Lalu apa nafkah kalian?” tanya sang ayah lagi. “Allah yang akan memberikan kami rezeki,” jawab sang puteri. “Tetapi perkara ini terpulang kepada ibumu,” kata sang ayah. Pergilah puterinya tersebut untuk mengingatkan Sang ibu. Hingga akhirnya,…

Latest Posts

ADAB-ADAB MENUNTUT ILMU

KEUTAMAAN MENUNTUT ILMU