Ahad, 13 Jun 2021

MAKSUD HUSNUL KHATIMAH SEBENAR


Peringatan 

Banyak orang keliru mengira bahwasanya husnul khātimah adalah siapa yang mati pada hari jum'at, atau mati di masjid, atau membaca Al-Qurān 

✍️ As-Syaikh Al-'Allāmah Muhammad bin Shālih Al-'Utsaimīn rahimahullāhu ta'ālā berkata: 

"Bukanlah maksud dari husnul khātimah adalah bahwasanya engkau mati di masjid, atau mati diatas sajādah shalat, atau engkau mati sementara mushaf ada dihadapanmu. 

Dan sungguh sebaik-baik makhlūq secara keseluruhan (Muhammad shallallāhu 'alaihi wa sallam) wafat sementara beliau berada diatas kasur beliau, dan sahabat beliau As-Shiddiq Abu Bakar dan beliau sebaik-baik sahabat juga wafat diatas kasurnya. Khālid bin Wālid juga wafat diatas kasurnya sementara beliau bergelar saifullāh Al-Maslūl (Pedang Allāh yang terhunus) dan beliaulah orang yang berperang di 100 pertempuran dan tidak ada satupun darinya yang mengalami kekalahan. 

👉Tetapi Husnul Khātimah adalah: 

✓• Ketika engkau mati berlepas diri dari kesyirikan. 

✓• Ketika engkau mati sementara engkau berlepas diri dari nifāq. 

✓• Ketika engkau mati engkau menyelisihi ahli bid'ah lagi berlepas diri dari setiap kebid'ahan. 

✓• Ketika engkau mati sementara engkau berada diatas (pemahaman) Al-Kitāb dan as-sunnah, dan beriman dengan apa saja yang datang tanpa takwil. 

✓• Ketika engkau mati sementara engkau ringan dari membawa darah qaum muslimīn, harta-harta mereka, dan kehormatan mereka, dalam rangka memenuhi haq Allāh atasmu dan haq para hamba-Nya atasmu. 

✓• Ketika engkau mati dalam keadaan hati yang selamat, suci niat, dan baiknya akhlāq, tidak membawa dendam, dengki, dan kebencian kepada seorang muslim. 

✓• Ketika engkau shalat lima waktu pada waktunya dengan berjama'ah bagi siapa saja yang mereka memiliki haq berjamā'ah, dan engkau menunaikan segala yang Allāh wajibkan atasmu". 

Ya Allāh perbaikilah kesudahan yang baik buat kami dalam segala urusan, dan lindungilah kami dari kehinaan dunia dan 'adzāb akhirat. 

Ya Allāh perbaikilah akhir kami dan kembalikan kami kepadamu di tempat kembali yang indah, bukan tempat yang hina dan bukan pula yang memalukan". 

📚  [fatāwā Nūr 'Alād Darb]